Manfaat Imunisasi dan Efek Dosisi Penggunaannya Pada Tubuh

Manfaat Imunisasi dan Efek Sampingnya – Tubuh memiliki antibodi alami yang merupakan imun atau kekebalan tubuh sebagai proteksi dari serangan berbagai penyakit. Sayangnya anntibodi yang sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan ini (kekebalan pasif) hanya akan bertahan selama beberapa minggu atau bulan saja setelah kelahiran sehingga diperlukan suntik imunisasi atau vaksin agar tubuh dapat kembali mendapatkan kekebalan sebagaimana saat baru lahir ke dunia.

Di Indonesia terdapat imunisasi rutin lengkap yang diberikan kepada anak sesuai klasifikasi usia dan dosis yang diberikan berdasarkan jenis imunisasinya. Pemberian imunisasi pada anak dimulai pada usia 0 bulan sampai menginjak usia kelas 5 SD sesuai dengan kategori imunisasi berupa imunisasi dasar dan lanjuta.

Manfaat Imunisasi dan Efek Dosisi Penggunaannya Pada Tubuh

Untuk kategori imunisasi dasar, vaksin yang diberikan adalah imunisasi jenis hepatitis B dengan dosisi 1 dan diberikan pada anak usia 0 bulan, imunisasi jenis BCG dan polio dengan dosisi 1 diberikan pada anak usia 1 bulan, dan imunisasi jenis DPT, hepatitis B, Hib, dan Polio dengan dosis 1 diberikan pada anak usia 2, 3 dan 4 bulan.

Sementara kategori imunisasi lanjutan vaksin yang diberikan adalah imunisasi jenis heptitis B, HiB, dan campak/MR dengan dosis 1 untuk anak usia 18-24 bulan, imunisasi jenis campak dan DT dengan dosisi 1 untuk anak usia kelas 1 SD, dan imunisasi jenis TD dengan dosisi 1 untuk anak usia kelas 2 dan 5 SD.

Adapun vaksin yang menjadi rekomendasi imunisasi yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) diantaranya adalah hepatitis B, polio, BCG, DPT, HiB, campak, MMR, PCR, rotavirus, influenza, tifus, hepatitis A, varisela, HPV, Japanese encephalitis, dan dengue.

Masih-masing dari jenis imunisasi yang ada di Indonesia seperti yang disebutkan di atas memiliki efek samping tersendiri pada tubuh anak setelah digunakan dalam dosisi tertentu seperti pembengkakan pada wajah, kulit kemerahan, gatal-gatal, dan demam yang ditertai lemas setelah divaksin hepatitis B, demam sampai 39°c, gatal-gatal, bengkak pada wajah, sulit menelan dan bernafas, dan kulit kemerahan setelah divaksin polio, timbul bisul pada bekas suntikan vaksin yang disertai nanah yang kemudian pecah dan meninggalkan jaringan parut serta anafilaksis setelah divaksin BCG.

Kemudian penggunaan jenis imunisasi lain yang akan dirasakan efek sampingnya pada anak adalah imunisasi DPT dengan efek samping berupa infeksi, tubuh kaku, nyeri dan radang, imunisasi Hib dengan efek samping berupa nafsu makan berkurang, diare, dan deman di atas 39°c, imunisasi campak dengan efek samping berupa radang mata, ruam, batuk kering, pilek dan demam, imunisasi MMR dengan efek samping bengkak pada wajah, gangguan bernapas atau menelan, dan gatal-gatal, imunisasi PCV dengan efek samping demam ringan, dan bengkak kemerahan pada bagian yang disuntik, imunisasi rotavirus dengan efek samping  diare ringan dan anak rewel akibat merasa tidak nyaman, imunisasi influenza dengan efek samping mengi, dada terasa sesak, sakit pada telinga, dan sesak napas, dan imunisasi tifus dengan efek samping keram perut, mual dan muntah, demam, dan diare.

Adapun penggunaan jenis imunisasi seperti hepatitis A dapat menimbulkan efek samping berupa hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, gatal-gatal, dan demam disertai lemas, imunisasi varisela dengan efek samping ruam pada kulit, imunisasi HPV dengan efek samping gatal atau memar pada area bekas disuntik, mual, dan demam, dan imunisasi japanese encephalitis dengan efek samping demam tinggi, kejang, sampai terjadi kelumpuhan.

Dan untuk imunisasi dengue, vaksin ini hanya khusus diberikan pada penderita demam berdarah karena jika diberikan pada orang yang belum pernah terinfeksi penyakit yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti ini maka orang tersebut akan beresiko menderita penyakit yang lebih serius setelah mendapat suntikan vaksin tersebut.

loading...
Manfaat Imunisasi dan Efek Dosisi Penggunaannya Pada Tubuh | Umi Zahra | 4.5